Kebanyakan orang kurang memperhatikan meta tag, hal ini didukung pula dengan beredarnya isu bahwa search engine terutama google saat ini tidak begitu mementingkan meta tag ini. Namun, belum bisa pastikan hal itu cuma isu belakang yang tak punya bukti akurat. Jika mereka memahami apa sebenarnya fungsi dari meta tag pastilah mereka tidak mengatakan hal tersebut. Meta tag bukan cuma untuk SEO atau hal yang berhubungan search engine lainnya, Namun memiliki fungsi yang sangat luas bagi website itu sendiri.
 
Meta adalah elemen atau tag dalam bahasa pemrograman HTML atau XHTML yang berfungsi sebagai pemberi informasi metadata dari sebuah halaman web. Elemen meta ini harus diletakkan pada bagian “head” dalam HTML tersebut. Tag meta ini dapat dipakai juga untuk menyatakan deskripsi/keterangan dari suatu halaman web dan untuk menjelaskan mengenai kata kunci (keyword) yang terkait serta untuk metadata lain tanpa “head”. Secara umum, terdapat beberapa macam meta tag dengan fungsi yang berbeda. Di antaraya adalah sebagai berikut:
 
A. Meta Tag Yang Tidak Begitu Penting
Macam-macam meta tag di bawah ini termasuk dalam kategori tidak begitu penting untuk website/ blog. Jadi bisa digunakan atau tidak juga bukan masalah.
 
1. Meta Content Type (Charset)
Meta tag yang satu ini digunakan untuk menyatakan bagaimana encoding suatu website. Jadi fungsi utamanya adalah agar browser tidak salah mengenali cara menampilkan sebuah halaman, sehingga tayangan halaman tidak terlihat berantakan. Ini tidak begitu penting dalam konsep SEO friendly karena sama sekali tidak ada urusannya dengan ranking. Bahkan jika salah memasang, malah bisa jadi tampilannya berantakan. Contoh meta tag yang satu ini:

<meta http-equiv='Content-Type' content='Type=text/html; charset=utf-8'/>
 
2. Meta Keyword
Ini adalah meta yang paling banyak disalahpami. Meta tag yang satu ini sudah tidak mempengaruhi ranking lagi. Model terbarunya adalah meta news_keywords dan hanya digunakan agar google mengenali dengan tepat kata kunci yang diinginkan. Namun jika metode SEO onpage dilakukan dengan benar, maka meta yang satu ini 100% tidak diperlukan.
 
Apa yang dimaksud dengan SEO Onpage yang benar? Secara sederhananya mencetak tebal kata kunci dalam artikel, dan menaruh kata kunci dalam judul, ataupun gambar. Jika dilakukan ini maka tanpa meta keywords sekalipun google dan kawan-kawan akan menangkap penekanan utama dari sebuah artikel.
 
Namun jika suka silahkan pasang, tapi jangan berlebihan agar tidak merugikan. Berlebihan disini maksudnya adalah pengulangan kata lebih dari 3 kali.

<meta name='keywords' content='pengertian, jenis, macam, manfaat, kegunaan, fungsi, meta tags, cara menggunakan’ />
 
3. Meta Language
Meta language digunakan untuk memberitahu prosesor bahasa, tentang bahasa apa yang digunakan untuk menulis suatu halaman web. Meta inipun sudah tidak berpengaruh lagi, karena google sanggup mengenali bahasa suatu blog meskipun tidak memasang meta ini. Jadi singkat kata meta ini tidak ada hubungannya dengan teknik SEO
 
Bentuk meta tag ini dulunya adalah:

<meta http-equiv='content-language' content='ID' />
 
Tapi saat ini konsorsium www sudah menegaskan bahwa metode ini sudah tidak digunakan. jika ingin mendefinisikan bahasa harus menggunakan attribut dibandingkan menggunakan meta tag.
 
Berikut ini adalah contohnya:

<html lang='ID'>
 
Contoh aplikasi lainnya adalah saat menulis dalam blog bahasa Indonesia, kemudian ada penggalan yang ditulis dalam bahasa inggris, maka dapat ditandai penggalan tersebut seperti contoh di bawah ini:
 
<p lang="en">This result contains too many errors</p>
 
B. Meta Tag Penting
Beberapa meta tag yang masih sangat penting untuk SEO adalah:
 
1. Meta Discription
Ini adalah meta tag yang paling penting, karena itu meta tag description harus digunakan sebaik mungkin. Walaupun meta tag ini sangat penting, tapi mesin pencari seperti google bisa mengabaikannya jika dianggap melakukan penumpukan kata kunci. Jadi jangan sampai meta description ini mengandung kata yang pengulangannya lebih dari dua kali
 
Contoh Meta Description:

<meta name='description' content=’isikan deskripsi atau penjelasan singkat tentang blog/situs yang kamu kelola'/>
 
2. Meta Robots
Meta robots ini adalah meta tag SEO Friendly yang hanya digunakan jika ingin memblokir robot dari suatu halaman. Oleh karena itu adalah hal lucu jika ada yang menggunakan meta robots dengan nilai index, follow.
  
Google, dan kawan-kawan tidak membutuhkan meta tag seperti ini untuk mengindex suatu halaman, karena selama tidak ada larangan pasti akan diindex. Jadi gunakan meta tag yang ini hanya pada halaman yang ingin dijauhkan dari jamahan robot mesin pencari.

<meta name='robots' content='noindex, nofollow' />
 
3. Title Tag
Secara teknis ini bukanlah meta tag, tapi selalu berdampingan dengan meta description, jadi sekalian saja kita pasangkan di sini. Kenapa title tag ini penting? Karena ini yang akan menjadi tampilan judul halaman di hasil pencarian mesin pencari.
 
Mesin pencari menggunakan title tag untuk mengetahui penekanan utama yang diingiinkan dari halaman yang ingin dibuat. Tapi perlu dicatat kalau menggunakan title tag dibatasi 70 karakter, jadi judul yang dibuat jangan kepanjangan dan harus mengandung kata kunci
 
Contoh:

<title>Pengertian Meta Tag dan Contoh Fungsinya</title>
 
C. Meta Tag Beresiko
Selain dari beberapa macam meta tag di atas ada juga jenis meta tag yang berbahaya dan beresiko jika diaplikasikan pada website/ blog. Berikut adalah macam-macamnya.
 
1. Meta Revisit After
Dulunya meta tag ini digunakan untuk memberitahu robot tingkat perayapan yang diinginkan atas website/ blog. Tapi meta ini sudah diabaikan oleh google, karena meta ini cukup laris di antara pelaku spam. Jadi tidak perlu repot-repot memasang meta tag revisit after yang justru tidak SEO friendly ini.
 
2. Meta Refresh
Ini adalah meta yang sangat tidak dianjurkan. Bahkan konsorsium WWW atau W3C mendorong untuk tidak menggunakan meta tag yang satu ini karena bisa mengakibatkan kebingungan pada pengguna web. Kenapa pengguna web bisa kebingungan? Karena meta refresh ini digunakan untuk refresh suatu halaman setiap selang waktu tertentu.
 
Bisa dibayangkan jika kita sedang sibuk membaca sesuatu tiba-tiba halamannya melakukan refresh? Pasti kesalkan? Dan akhirnya harus mencari di mana posisi terakhir bacaan tadi.
 
Contoh meta refresh untuk reload setiap 60 detik.
 
<meta http-equiv='refresh' content='60'/>
 
Meta refresh ini juga banyak dilakukan oleh webmaster yang ingin melambungkan nilai pageview per visit dari blognya. Namun karena sama sekali tidak membawa manfaat, dan malah membuka celah untuk web spam, google pun mengabaikan meta yang satu ini.
 
Maksud dari web spam adalah sebuah trik yang digunakan untuk menipu google agar mengantarkan pengunjung ke suatu halaman. Dan setelah pengunjungnya sampai, dia akan diarahkan ke situs lain. 
 
Contoh dari penerapannya:

<meta http-equiv=”refresh” content=”60;URL=’http://www.websitexyz.com’”/>
 
Sumber :
 
Bingung tentang sourcecode atau pemrograman yang ingin dipelajari? TANYA DI SINI
Bingung cari modul, soal, pembahasan mata kuliah? CARI DI SINI