Amazon Go, Super Market Tanpa Kasir

  06 Feb 2018

Hallo Informatics! Sebagai anak kos, tentunya kita sering membeli kebutuhan sehari-hari di super market. Namun, apa jadinya jika super market tersebut tidak memiliki kasir?

Adalah Amazon, raksasa ecommerce asal AS yang akhirnya membuka super market tanpa kasir pertama kali mereka bernama Amazon Go.

Pusat perbelanjaan yang mengusung tema 'tanpa antrean' itu dibangun di atas tanah seluas 170 meter persegi, di lantai bawah kantor pusat Amazon, Seventh Avenue di kota Seattle Amerika Serikat.

Di tempat ini, pembeli tak akan menemui kasir. Amazon Go bekerja menggunakan kecerdasan buatan yang ditanam pada ratusan kamera di setiap sudut toko dan sensor-sensor berat di setiap barang dagangan.

Untuk berbelanja, pembeli harus memiliki aplikasi Amazon Go terlebih dahulu. Kode QR di aplikasi digunakan untuk masuk ke toko dengan cara memindainya di pintu gerbang.

Setelah masuk, konsumen tinggal mengambil apa pun barang yang mereka hendak beli. Dengan mudah teknologi akan memindai barang-barang apa saja yang telah diambil pembeli pada masing-masing rak. 

Pembayaran otomatis dilakukan saat pembeli melewati pintu keluar. Sistem kecerdasan buatan akan memindai seluruh barang yang diambil. Selanjutnya, saldo di aplikasi akan berkurang sesuai jumlah barang belanjaan yang mereka bawa.

Layaknya sebuah super market, Amazon menjual makanan ringan, bumbu dapur, minuman, hingga beberapa produk makanan bikinannya sendiri. Selain itu, mereka juga menjual semua produk makanan berlabel Whole Foods, produk makanan organik yang berhasil mereka akuisisi tahun lalu.

Meski praktis, uji coba Amazon Go di hari pertama tidak berlangsung mulus. Seorang reporter CNBC mengaku mengambil sebuah yogurt tanpa mengalami pengurangan saldo pada akunnya.

"Saya pikir saya baru saja mencuri sebuah yogurt di Amazon Go," tulis reporter CNBC, Deirde Bosa di Twitternya.

Fakta ini meruntuhkan citra yang sedari awal mereka besar-besarkan; sebuah sistem kecerdasan buatan yang tidak akan bisa dimanipulasi. Mereka mengklaim, seluruh barang berkode QR tidak mungkin tidak terderdeteksi di pintu luar.

 

Sumber : https://netz.id/

Klinik Komputer

Copyright © HMIF Universitas Diponegoro - 2018

Sekretariat : Gedung E Lantai 3, Fakultas Sains dan Matematika - Universitas Diponegoro, Semarang

hm@if.undip.ac.id | /InformatikaUndip

HMIF_Undip | @rrj9255d | HMIF_Undip

Contact Person : 0856 400 2189 (Hermawan Adi P.) - 0878 303 2778 (Zulfikar Aulia F.)

Afiliasi Lembaga

Profil HMIF

Lembaga FSM

Download Corner