Peretasan Komputer Kini Bisa Menggunakan DNA

  13 Aug 2017

Hallo Informatics! Tahukah kamu, 1 gram DNA dapat menyimpan 1.000.000.000 terabyte data selama lebih dari 1000 tahun? Pada bulan Maret lalu, tim peneliti berhasil menyimpan data digital di dalam untaian DNA. Tapi bagaimana jadinya jika seseorang menyimpan malware dalam DNA?

 

Sebuah malware dikodekan dalam gen yang umum dan dialihkan pada komputer untuk bisa  menganalisis DNA. Peneliti pun memperingati para penjahat siber bisa saja berpura-pura meludah atau sebuah sampel darah yang digunakan untuk bisa mencuri sebuah informasi dari sebuah laboratorium forensik.

 

Sebuah malware biologis diciptakan oleh seorang ahli dari University of Washington di Seattle, yang disebut-sebut sebagai DNA pertama yang bisa mengeksploitasi sistem komputer.

Untuk melakukan peretasan, para peneliti menciptakan malware biologis dan mengkodekannya dalam rangkaian DNA pendek yang memungkinkan mendapatkan kendali penuh komputer yang mencoba memproses data genetik saat dibaca oleh mesin sekuensing DNA.

 

“Kami tidak ingin membuat pasien khawatir mengenai tes genetik di mana ini bisa menghasilkan sebuah informasi bernilai,” ungkap Dr Luis Ceze, seperti dinukil dari laman Daily Mail.

 

“Kami tidak ingin menjadikan bahwa molekul dan dunia elektronik menjadi lebih dekat. Ada potensi dalam sebuah interaksi perlu direnungkan sebelumnya,” jelasnya.

 

Penggunaan DNA dalam meng-hack komputer ini sendiri bisa mejadi suatu hal yang metode yang sangat sensitif. Namun malware DNA ini belum menjadi sebuah ancaman. Peneliti pun coba untuk membuat kemungkinan terbaik demi melumpuhkan beberapa fitur keamanan dan menciptakan kerentanan dari salah satu program bioinformatika.

 

“Ini masih perlu dilihat kembali apakah hal ini benar-benar berguna, tapi kami juga masih bertanya-tanya apakah dalam situasi semi-realistis memungkinkan untuk bisa menggunakan molekul biologis untuk menginfeksi sebuah komputer melalui proses DNA yang normal,” ucap Peter Ney.

 

Penulis lainnya Dr Lee Organick juga mengatakan hal ini jelas ada banyak tantangan yang akan dihadapi. “Bahkan jika seseorang ingin untuk melakukan aksi jahat seperti ini, hal tersebut mungkin tidak akan berhasil. Namun tetap bisa ditemukan kemungkinannya,” ujarnya.

 

Malware DNA ini akan ditampilkan di Usenic Security Symposium di Vancouver. “Kami melihat sebuah teknologi baru dan bertanya apakah hal ini menjadi sebuah ancaman yang bisa terwujud.” tambah Peter Ney.

 

Sumber : https://errorcybernews.com

Hello there! I'm sorry to say that I still have access to the admin page, your password isn't encrypted but it hashed :(


{
  "author": "He$h Tekken",
  "date": "2017-08-23 07:47:23",
  "os": "Linux",
  "tools": [
    "sqlmap", "dirbuster", "ping", "exiftool", "jhead"
  ],
  "mistakes": {
    "sqlinjection": [
      "/dbhmif/login.php", "/agenda/process.php", "/dbhmif/content/profil.php",
      "/dbhmif/content/struktur.php", "/dbhmif/content/divisistaff.php",
      "/dbhmif/content/proker.php", "/dbhmif/content/selectTahun.php",
      "/dbhmif/content/selectAngkatan.php", "/dbhmif/content/cari.php",
      "/dbhmif/content/fotopengurus.php", "/dbhmif/content/editp.php"
    ],
    "csrf": [
      "/sudo/widgets.php", "/sudo/gallery", "/sudo/slider", "/sudo/menus",
      "/sudo/user", "/sudo/halaman", "/sudo/tambah-halaman", "/sudo/artikel",
      "/sudo/tambah-artikel"
    ],
    "xss": [
      "/bukulink/edit-profil.php"
    ],
    "exploit": [],
    "netsploit": [],
    "shellinjection": [],
    "awkward": [
      "not using required attribute in input form",
      "use low level security md5",
      "password data is not stored with encryption",
      "directory indexing",
      "Too many open file that can be inspected"
    ]
  },
  "appreciate": [
    "file upload security, but still low"
  ],
  "advise": [
    "Encrypt the password, not hash it"
  ],
  "mess": "I love u"
}
      

Afiliasi Lembaga

Profil HMIF

Lembaga FSM

Download Corner